Filosofi Djamoe

Filosofi Djamoe adalah usaha yang bergerak dibidang kesehatan alami khususnya mengangkat kembali rempah, rimpang, dan herbal untuk kaitannya selain sebagai bumbu dapur, dapat juga dipergunakan secara maksimal bagi kesehatan masyarakat

Filosofi Djamoe berkomitmen dengan penyediaan bahan rempah dan ramuan yang berkualitas disertai dengan pengembangan edukasi kepada masyarakat untuk kembali pada kesehatan alami.

Diharapkan tiap keluarga akan dapat belajar memahami konsep dasar kesehatan alami karena Filosofi Djamoe berbagi resep sehat untuk para customer setia.

Konsep pemasaran Filosofi Djamoe

Filosofi Djamoe memiliki beberapa point konsep pemasaran

  1. Menyediakan bahan rempah asli dimana customer dapat belajar meracik sendiri resep herbal yang diberi, antara lain :
    ✓Amunisi rempah ultimate untuk detox
    ✓Paket teh herbal
    ✓Paket Duo Super (Himalaya salt dan Chia seed)
    Aneka rempah satuan simplia (kering)
    ✓Aneka rempah bubuk
  2. Menyediakan minuman rempah racikan antara lain :
    ✓Ultimate Tea untuk menurunkan berat badan (proses BPOM)
    ✓Immuno Tea untuk meningkatkan daya tahan tubuh (proses BPOM)
    ✓Detox untuk Rahim (proses PIRT)
    ✓Wedang stamina (proses PIRT)

#jsr #detox #airnanojsr #sehatalami #resellerwelcome #chiaseed #garamhimalaya

Boost your Immune System

IMMUNO TEA
RP. 150.000

Tangkal Virus dengan rempah-rempah alami

Immuno Tea adalah teh yang terbuat dari rempah2 alami yang masing-masing jenisnya memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus, termasuk virus yang marak saat ini yaitu Corona dan juga makroba, bakteri

Selain itu Immuno Tea juga merupakan sumber antioksidan tinggi bagi tubuh.

Temuan hasil riset yang dilakukan oleh Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga Chaerul Anwar Nidom, saat ini dalam sorotan dunia.

Nidom yang juga alumnus UNAIR ini, berhasil menemukan penangkal virus corona dari sari rempah-rempah (curcuma).

Filosofi Djamoe menciptakan produk yang menjawab kebutuhan masyarakat saat ini dengan merilis produk teh untuk pencegahan penyakit yang membahayakan dengan cara alami.

RSUD TEGAL DAN RSUD JAWA TENGAH
SUDAH KONSUMSI IMMUNO TEA

Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Alhamdulillah Immuno Tea sudah diterima garda depan petugas medis Rumah sakit di Tegal.

Dibagikan juga ke tenaga medis yang bertugas di puskesmas-puskesmas kota Tegal.

Bismillah dapat memberi manfaat sehat untuk pejuang bangsa.

🙏Testimoni Immuno Tea🙏

Untuk Order dan Info lebih lanjut, klik link berikut :

Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie

ULTIMATE TEA
RP. 185.000

Untuk Order dan Info lebih lanjut, klik link berikut :

Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie

AMUNISI REMPAH
RP. 160.000

Untuk Order dan Info lebih lanjut, klik link berikut :

Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie

DETOKS RAHIM
RP. 175.000

Untuk Order dan Info lebih lanjut, klik link berikut :

Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie

Jamu

Jamu merupakan minuman herbal khas Indonesia. Jamu biasanya terdiri dari berbagai jenis tanaman herbal dan rempah pilihan. Jamu tradisional nggak kalah manfaatnya dengan obat-obatan di apotek. Malah, jamu tradisional lebih alami dan bisa turut serta merawat warisan bangsa kita.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjabarkan bahwa yang dimaksud dengan obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sekitar 60% penduduk Indonesia yang berumur lebih dari 15 tahun pernah minum jamu. Selain itu, 95% dari mereka yang minum jamu merasakan manfaatnya. Pengobatan tradisional dengan ramuan atau jamu juga dikonsumsi oleh sekitar 30% rumah tangga di Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa jamu seperti sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia.

Sumber : Filosofi Djamoe

Jamu sudah dikenal luas dan diracik sejak zaman pra-sejarah terbukti dari adanya penemuan peralatan batu dari zaman Mesolithikum dan Neolithikum berupa lumping yang biasa digunakan untuk meracik jamu. Tidak hanya itu saja, relief tentang meracik jamu juga ditemukan di relief Karmawipangga pada candi Borobudur, relief Candi Brambang komplek candi Prambanan, candi Panataran, Sukuh, dan Tekalwangi serta pada prasasti candi Perot, Haliwangbang dan Kadadu.

Bukti tertulis penggunaan jamu juga ditemukan pada daun lontar dengan menggunakan bahasa jawa kuno, sansekerta dan bahasa bali. Sedangkan primbon terlengkap tentang jamu baru ditulis pada serat Centhini yang ditulis atas perintah Kanjeng Gusti Adipati Anom Amengkunegoro III yang memerintah Surakarta tahun 1820-1823 M. Sedangkan serat Kaoro Bap Djampi-Djampi atau tulisan tentang jamu Jawa yang ditulis tahun 1858 M memuat sebanyak 1734 ramuan Djampi.

Pada zaman Majapahit, jamu menjadi minuman kebesaran raja sekaligus menjadi gengsi bagi para pembesar dan mitra kerajaan di luar Majapahit. Paru pada akhir periode Majapahit, Raden Fatah yang juga penerus trah Brawijaya V mulai mempromosikan jamu sebagai ilmu sekaligus tatanan sakral kehidupan keraton yang terangkum dalam buku “Kawruh Djampi” di Jogjakarta dan Surakarta dan membuat jamu mulai merambah kalangan masyarakat bawah.

Masyarakat tradisi tidak pernah terpisah dari alam, karena itulah saat ada yang sakit, penyembuhan yang dipilih adalah yang tersedia dari alam seperti jamu atau obat-obatan tradisional. Kata jamu pertama kali muncul pada abad 15-16 Masehi dari kata djampi yang berarti doa dan oesodo yang berarti kesehatan. Sedangkan peracik jamu disebut acaraki.

Dalam masyarakat tradisi, seorang acaraki harus berdoa dulu sebelum membuat jamu. Ia juga harus melakukan meditasi serta berpuasa untuk dapat merasakan energi positif yang bermanfaat bagi kesehatan. Ritual ini diperlukan karena bagaimanapun juga masyarakat Jawa kuno percaya bahwa Tuhanlah sang penyembuh utama.

Jamu memiliki konsep majemuk karena tiap tanaman herbal memiliki efek positif dan negatif bagi tubuh. Efek negatif dari satu tanaman herbal harus dinetralisir dengan menciptakan formulasi khusus dari beberapa tanaman herbal lainnya tanpa menghilangkan khasiat utamanya.

 Sumber : Filosofi Djamoe

Proses Produksi 1/5

PROSES PRODUKSI 2/5

PROSES PRODUKSI 3/5

PROSES PRODUKSI 4/5

PROSES PRODUKSI 5/5

Untuk Order dan Info lebih lanjut, klik link berikut :

Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie
Hallo Bang Ozie

Paket Imunitas Ramadhan

Link Terkait : Produk Retail

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: